Senin, 31 Januari 2011

Munculnya Pragmatik Klinis

Dorongan atas lahirnya disiplin ilmu baru pragmatik klinis sama-sama memiliki kemiripan tertentu yang menarik dengan asal muasal pragmatik itu sendiri. Asal muasalnya secara baku berasal dari filsafat bahasa H.P. Grice, J.L Austin dan John Searle. Karya masing-masing teoritisi tersebut bisa dipandang sebagai reaksi kritis terhadap pandangan bahasa yang dominan di antara para filsuf di awal abat ke dua puluh. Austin menantang gagasan bahwa kalimat deklaratif itu selalu digunakan untuk menguraikan, baik salah maupun benar, sebagian keadaan (apa yang dia sebut dengan kekeliruan deskriptif [deskriptif fallacy]). Banyak kalimat deklaratif, menurut Austin, tidak menguraikan atau melaporkan apa-apa. Kita juga jelas tidak bisa menanyakan apakah kalimat deklaratif itu benar atau salah. Namun tindak mengujar kalimat-kalimat tersebut merupakan performansi atas suatu tindakan. Apa yang disebut perfomatif tersebut meliputi contoh-contoh seperti "Saya membaptis anak ini dengan nama Fred Brown" dan "Saya menyatakan anda berdua sebagai suami istri." Dalam mengujarkan pernyataan-pernyataan tersebut, masing-masing mengandung tindak membaptis dan menikahkan. Pada buku How to do things with words, Austin (1962) menyatakan bahwa ujaran performatif itu:
  • tidak "menguraikan" atau " melaporkan" atau menyatakan apa-apa sama sekali, tidak "benar atau salah";   dan
  • mengujarkan kalimat itu adalah atau merupakan bagian dari melakukan suatu tindakan yang lagi secara normal tidak diuraikan sebagai mengatakan sesuatu. (1962:5), huruf miring, sesuai dengan aslinya).
Pandangan bahwa bahasa itu bisa digunakan untuk melakukan sesuatu mendatangkan cabang baru kajian linguistik. Di pusat bidang baru pragmatik pengguna bahasa yang mempunyai tujuan linguistik dalam situasi komunikatif sehari-hari mungkin mengajukan permintaan dan memberikan janji sama seperti yang terlibat dalam menguraikan peristiwa dan keadaan khusus yang lain. Fenomena linguistik yang terbukti problematis bagi logika yang digunakan oleh para ahli semantik bisa lebih dijelaskan dengan mudah oleh bidang kajian baru ini. Pada kuliah mengenai William James yang disampaikan di tahun 1967, Grice mengusulkan sebuah analisis yang baru dan revolusioner terhadap kalimat seperti Some students pass their exams. Grice mengusulkan dilakukannya perbedaan antara apa yang dikatakan kalimat itu dengan apa yang mungkin secara konvensional diimplikasikan. Meskipun ahli logika dan pengguna bahasa biasa mungkin mengatakan sesuatu yang sama, ada konvensi bahasa biasa yang tidak dimiliki oleh logika, yakni bahwa kalimat itu juga membawa implikasi diluar apa yang dikatakan. Misalnya, pada kalimat di atas, penutur bisa saja mengimplikasikan bahwa tidak semua siswa lulus ujiannya. Ini merupakan sebuah kasus meskipun tidak ada inkonsistensi menurut logika antara kalimat some student pass their exams dan all students pass their exams. selain implikatur konvensional, Grice memperkenalkan kategori selanjutnya implikatur yang telah menimbulkan kategori selanjutnya implikatur yang telah menimbulkan pengaruh yang sangat besar bagi perkembangan teori pragmatik. Karena dikenal sebagai implikatur percakapan, kita nanti akan tahu bahwa jenis implikatur ini merupakan salah satu fenomena pragmatik yang paling banyak diselidiki dalam literatur klinis.


Jumat, 12 Juni 2009

SELAMAT DATANG/WELL COME

Hallo.....semua teman-teman yang sempat main di sini, dengan segala hormat saya menyampaikaan terima kasih...thanks dolo...(nih masih dalam tahap editing)